BADUNG – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar melaksanakan pengawalan dan pengamanan dalam rangka pemindahan dua orang deteni menuju Rumah Detensi Imigrasi Makassar pada Rabu, 16 September 2026. Pemindahan tersebut dilakukan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Dua deteni yang dipindahkan yaitu MF, laki-laki warga negara Senegal, dan SM, perempuan warga negara Uganda.
MF telah menjalani detensi sejak 14 Oktober 2025 setelah terbukti melanggar Pasal 78 ayat (2) UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena overstay selama 25 hari.
Sebelumnya, MF sempat menjalani proses pendeportasian yang dibiayai oleh Kedutaan Besar Senegal di Malaysia pada 7 Mei 2026. Namun, proses tersebut batal dilaksanakan karena MF melakukan perlawanan dan mengalami kondisi yang tidak stabil di bandara sehingga menolak untuk dipulangkan.
Sementara itu, SM telah menjalani detensi sejak 17 April 2026 atas pelanggaran Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang yang sama, yakni memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh Izin Tinggal Terbatas (ITAS) kerja.
Guna mengantisipasi kejadian serupa terulang, Rudenim Denpasar telah melakukan mitigasi dari berbagai aspek sebelum pemindahan dilaksanakan. Mitigasi tersebut mencakup aspek keselamatan penerbangan hingga kesehatan deteni yang telah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Pemindahan kedua deteni tersebut telah mendapatkan persetujuan Direktorat Jenderal Imigrasi. Langkah ini dilakukan menyusul alokasi anggaran makan deteni di Rudenim Denpasar yang sudah hampir tidak mencukupi.
Kepala Rudenim Denpasar, Teguh Mentalyadi, mengatakan pemindahan tersebut dilakukan ke Rudenim Makassar dengan persetujuan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mengoptimalkan alokasi anggaran makan deteni di Rudenim Denpasar.
“Pemindahan ini kami lakukan ke Rudenim Makassar dengan persetujuan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mengoptimalkan alokasi anggaran makan deteni di Rudenim Denpasar. Kami memastikan seluruh proses pemindahan berjalan sesuai ketentuan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kelancaran selama perjalanan,” ujar Teguh. :::
