Pihak RSUD Grati Menepis Tuduhan Malpraktek, dan Slow Respon


Pasuruan - Pihak Manajemen RSUD Grati di Gedung Graha diruang pertemuan menepis tuduhan atas pemberitaan dimedia online adanya malpratek pasien balita yang meninggal di RSUD Saiful Anwar Malang setelah mendapat rujukan dari RSUD Grati. Selasa ( 23/4/24).


Melalui Humas dan para dokter yang menangani pada waktu itu menerangkan bahwa pihak RSUD Grati sudah sesuai SOP dalam menangani pasien yang datang diruang IGD, Pihak RSUD Grati juga membenarkan adanya pasien Balita atas nama Ranila yang masuk rumah sakit. "Iya mas tanggal 11 april 2024 pagi sekitar pukul 06.30 wib ada Balita bernama Ranila di antar neneknya datang ke RSUD. Grati ini, Menurut pihak keluarga, pasien sudah 3 hari mengalami demam panas sebelum dibawah ke rumah sakit." Terang Deby selaku Humas rumah Sakit.


Pihak keluarga juga menyampaikan kalau balita Ranila ini punya saudara kembar bernama Ranisa , kita minta kembarannya untuk dibawa ke rumah sakit juga buat antisipasi jika terjadi penularan penyakit yang sama." Jadi tidak benar kalau ada anggapan slow respon terhadap pelayanan pasien pada waktu itu," Ungkap Deby didampingi dr. Ferdy dokter UGD dan dr. Tri Hardina ka. instalasi IGD Rumah Sakit Grati diruang pertemuan.


drg. Aris Kurniawan, selaku kepala bidang layanan medis RSUD Grati turut hadir untuk menjelaskan dan menandaskan adanya pemberitaan yang menyatakan " pasien dibiarkan tanpa adanya layanan hingga lebih 1 jam itu kurang tepat, apalagi adanya Malpraktek, yang dimaksud Adanya unsur malpraktek itu Komite Etik Kesehatan yang tahu, jadi tidak bisa orang biasa asal menyatakan terjadi Malpraktek," tandasnya.


Pihak RSUD. Grati menurutnya sudah memberikan pelayanan pertolongan pertama yang maksimal sesuai aturan dan SOP terhadap pasien Balita Ranila dari sejak awal masuk rumah sakit Grati.


Disampaikan pula kondisi pasien ketika masuk memang masih dalam keadaan bagus, yakni terlihat masih aktif dan tangisannya juga kuat. Namun dengan berjalannya waktu kondisi pasien semakin melemah dan Drop," yakni kekurangan cairan akhirnya dibawa ke ICU, dan dipasang selang pemberian makanan dari hidung sebagai langkah lanjutan, itupun sesuai standar prosedur melihat kondisi pasien yang semakin menurun akhirnya kita menghubungi beberapa rumah sakit utk melakukan rujukan dan diterima di RSUD Saiful Anwar malang," terang drg. Aris


Perlu diketahui tiap Rumah Sakit Umum Daerah itu mempunyai perbedaan type serta standart pelayanan dalam melakukan tindakan dan ketika tindakan terhadap pasien tidak memungkinkan untuk dilakukan penangananya maka perlu adanya rujukan ke Rumah Sakit yang lain diatasnya sesuai kapasitas dan typenya.

 " mohon maaf kami juga turut berduka cita, , kami melakukan rujukan itu bukan karena ketidakmampuan pelayanan atau peralatan kami di RSUD grati type C ini, yang kurang tapi itu memang sudah ada aturan dan prosedur yang harus dijalankan melihat kondisi pasien ," tutup dr.Aris .  (Purnomo)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama